Surat Cinta sang Profesor Cinta (BJ. Habibie)

Teman, tahukah kalian bahwa cinta itu indah, cinta itu merupakan ungkapan rasa kasih sayang, cinta itu luapan emosi kebahagiaan, dan cinta itu adalah sesuatu yang berkilau melebihi kilauan emas sekalipun.

Mungkin banyak kita mendengar kata-kata cinta dalam kehidupan kita, dan mungkin seringkali kita jumpai gelombang-gelombang cinta antar sepasang kekasih.

Wahai teman, alangkah indahnya cinta itu, hingga tidak ada seorang pun yang ingin lepas dari perasaan cinta itu sendiri, hingga sesuatu yang pasti memisahkannya. Ya…itulah maut (kematian). Itulah yang pasti setiap insan mendapatkannya. Dan kematian itulah yang hanya bisa memisahkan Prof. BJ. Habibie dengan istrinya (almh) Hasri Ainun Habibie di bumi ini. Cinta yang tulus, dan kesetiaan yang penuh telah dilakukan oleh BJ. Habibie untuk (almh) istrinya.

Dan Prof. BJ. Habibie bisa menjadi salah satu teladan untuk kita (pria) dalam memahami apa arti sebuah kesetiaan dan ketulusan terhadap pasangan kita, dan beruntunglah bagi kaum hawa (wanita) yang memiliki sosok pria seperti itu.

Dan inilah salah satu bukti kesetiaan dan ketulusan hati seorang Prof. BJ. Habibie yang tertuang dalam sebuah surat yang ia tuliskan, beberapa waktu setelah kepergian (almh) istrinya. Berikutkutipan isi suratnya.

================================================================================

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi……

……Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.


Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku ….

BJ.Habibie.

==================================================================================

Selamat Tinggal (Almh) Ibu Ainun Habibie, semoga amal ibadahmu diterima oleh Allah SWT, dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, amin. Dan cintamu akan selamanya bersemayam dalam diri suamimu, BJ.Habibie.

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari itu semua.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: